Topologi Bus pada Jaringan

on 09 Mei 2011


Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum.

Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi.

Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.


* Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.


Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak.

Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Rekrutmen PT. Harita Prima Abadi Mineral Jakarta

on 07 Mei 2011


Diberitahukan kepada semua alumni dan kelas XII SMK Negeri 4 Bojonegoro jurusan Geologi Pertambangan ( Khusus Laki – laki ), bahwa PT. HARITA PRIMA ABADI MINERAL JAKARTA, akan mengadakan rekrutmen karyawan untuk posisi Asisten Geologis, dengan syarat – syarat sebagai berikut :


Membuat Surat Lamaran yang ditujukan kepada : Senior Manager HRD PT. Harita Prima Abadi Mineral Jakarta, dilengkapi dengan :


  1. Curriculum Vitae ( CV )
  2. Foto copy Ijasah dan Transkrip
  3. Foto Copy KTP
  4. Foto Copy Piagam / sertifikat yang dimiliki
  5. Photo berwarna ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar


Berkas lamaran dikumpulkan di BKK Migas SMKN 4 Bojonegoro, paling lambat tanggal 10 Mei 2011, dengan dimasukkan Stop Map warna merah.


Tes akan dilaksanakan besuk pada :


Hari / Tanggal : Kamis / 12 Mei 2011

Jam : 08.00 WIB

Tempat : Gedung Ratu Plaza L. 22, Jl. P. Sudirman Jakarta.


Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih

Guru Seni Budaya


Nama : M. Sholehudin Anwar, S.Sn
Tempat, tanggal lahir : Bojonegoro, 28 - 09 - 1975

Foto - foto tes PT. ASP

on 05 Mei 2011









Hasil Test PT. Anugerah Surya Pratama



Pada hari Selasa, tanggal 03 Mei 2011 kemarin, di SMK Negeri 4 Bojonegoro telah dilaksanakan test ( Psikologi dan interview ) oleh PT. Anugerah Surya Pratama. Sesuai dengan Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani antara PT. ASP dan SMK Negeri 4 Bojonegoro, pada tanggal 30 Juni 2010, PT. ASP akan membantu menyalurkan lulusan Geologi Pertambangan ke Dunia Usaha / Industri sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan.


Tes kemarin dikuti sebanyak 48 peserta, dan diikuti mulai dari alumni tahun 2007 sampai yang fresh graduate ( baru akan lulus tahun 2011 ). Setelah diadakan evaluasi, yang dinyatakan lolos untuk tahap berikutnya di Jakarta sebanyak 14 peserta, yaitu :

1. Moch. Hafid Haryo Tamtomo

2. Achmad Bachtiyar

3. Amirul Mukminin

4. Angga Bastiawan

5. Ari Octavian

6. Ihya Udin

7. Imam Lailatul Qodri

8. Jendry Arfando Malau

9. Jumali Irwanto

10. Moh. Dani Purnomo

11. Muhammad Subhan

12. Suhantoro

13. Wahyu Purnomo

14. Wisnu Maha Ridho Firmansyah


Bagi yang dinyatakan lolos tersebut, akan mengikuti seleksi dengan pihak managemen lain dari PT. ASP di Jakarta.

Guru Penjaskes

on 04 Mei 2011


Nama : Supriyono, S.Pd
Tempat, tanggal lahir : Bojonegoro, 09 - 01 - 1970



Nama : Suhirmawan, S.Pd
Tempat, tanggal lahir : Bojonegoro, 21 - 09 - 1979



Nama : Ahmad Heri Susanto, S.Pd
Tempat, tanggal lahir : Bojonegoro, 25 - 07 - 1981

Macam-macam Rig dan Sumur di Dunia Perminyakan

Dalam dunia perminyakan, macam-macam sumur terbagi menjadi tiga macam yaitu:

1. Sumur Eksplorasi (Wildcat) merupakan sumur yang dibor pertama kali untuk menentukan keterdapatan minyak dan gas pada lokasi yang masih baru.

2. Sumur Konfirmasi (Confirmation Well), merupakan sumur yang digunakan untuk memastikan apakah hidrokarbonnya cukup untuk dikembangkan. Sumur ini akan dilakukan pemboran di lokasi sekitar sumur eksplorasi.

3. Sumur Pengembangan (Development Well) merupakan sumur yang dibor pada suatu lapangan minyak yang telah ada. Sumur ini memiliki tujuan untuk mengambil hidrokarbon secara maksimal di lapangan yang telah ada.

Dalam hal sumur perminyakan, juga dikenal adanya beberapa istilah mengenai sumur itu sendiri, yaitu:

1. Sumur Produksi, merupakan sumur yang mampu menghasilkan minyak bumi, gasbumi, maupun keduanya. Dan memiliki aliran fluida dari bawah ke atas.

2. Sumur Injeksi, merupakan sumur yang digunakan untuk menginjeksi fluida tertentu ke dalam formasi dan memiliki aliran fluida dari atas ke bawah.

3. Sumur Vertikal, merupakan sumur yang lurus dan memanjang secara vertikal.

4. Sumur Berarah (Deviated Well, Directional Well), merupakan sumur yang secara geometri tidak memiliki bentuk yang lurus vertikal, melainkan dapat berbentuk S, J, maupun L.

5. Sumur Horizontal, merupakan sumur yang memiliki bagian yang berarah horizontal, dan merupakan bagian dari sumur berarah.

Dalam pembuatan sumur dalam dunia perminyakan tidak dapat dilepaskan dari alat yang dinamakan dengan Rig. Rig itu sendiri merupakan serangkaian peralatan khusus yang digunakan untuk membor suatu sumur atau pengakses sumur. Rig itu dicirikan dengan adanya menara yang terbuat dari baja yang dapat digunakan untuk menaikan dan menurunkan pipa-pipa tubular pada sumur.





Alamat Website :


Program Keahlian :


Daftar Link
Alumni SMK Negeri 4 Bojonegoro
Bpk.Mochijar Endarjanto,S.Si
Bpk.Supriyono,S.Pd
Bpk.M.Syamsul Anam,S.Pd
Bpk.Dody Setyawan,S.Pd
Siswa XI GP 1
Alumni anak GP'07


Sydney Aquarium
Sydney Aquarium